Seluk - Beluk Pengolahan Pelet

Pengolahan Pelet Pakan Unggas/Ikan



Pakan dalam bentuk pelet biasanya mempunyai ukuran 1-2 cm. Bahan baku pellet harus berupa tepung halus untuk memudahkan pencampuran adonan dan pencetakan pellet. Tepung yang halus dapat menghasilkan pelet yang kompak dan padat sehingga tidak mudah pecah. Untuk pakan ikan, pellet harus dapat melayang beberapa saat dalam air sebelum tenggelam ke dasar kolam untuk memudahkan ikan memakannya. Bahan dasar pakan terdiri atas bahan hewani dan nabati yang formulanya disusun berdasarkan kadar protein yang diinginkan, yaitu rata-rata 25%. Kadar protein ini dapat diperoleh melalui berbagai komposisi campuran bahan dasar, di antaranya dedak halus 65%, tepung ikan 33%, dan tepung daging 2%. Ramuan ini dapat ditambah lagi dengan bahan lain yang banyak mengandung protein seperti bungkil atau tepung kedelai dan tepung jagung. Bahan-bahan dihancurkan hingga berbentuk tepung halus, kemudian diaduk menjadi satu dan dicetak dalam bentuk pelet.

Untuk pengembangan usaha,
pembuatan pelet akan lebih efisien bila menggunakan alat dan mesin. Perangkat alsin yang dapat digunakan adalah mesin penepung ikan, pencampur ( mixer), pemanas bahan ( steamer) khusus untuk pelet pakan ikan, mesin pencetak pelet ( pelletiser), dan mesin pengering

Konstruksi Alsin Pembuat Pelet Pakan Unggas/Ikan
Alsin pembuat pelet pakan unggas/ikan terdiri atas beberapa komponen yang digerakkan oleh motor bakar diesel.

Alat/Mesin Penepung
Alat penepung digunakan untuk menghancurkan bahan baku pakan yang berbentuk butiran dan serat kasar, seperti jagung dan ikan rucah (kepala ikan). Penepung menggunakan jenis penghancur hammer mill atau diskmill.

Alat/Mesin Pencampur (Mixer)
Alat pencampur digunakan untuk mencampur bahan baku yang telah berupa tepung sehingga diperoleh campuran bahan pelet yang homogeny sesuai dengan formula yang diinginkan.

Alat/Mesin Pencetak Pelet
Alat pencetak pelet berbentuk silinder, terbuat dari bahan mild steel atau stainless steel. Pada bagian dalamnya terdapat ulir pengepres bahan adonan pelet. Ulir pengepres ini mendorong bahan adonan ke arah ujung silinder dan menekan plat berlubang sebagai pencetak pelet. Lubang plat berdiameter, sesuai dengan ukuran pelet yang dikehendaki. Pelet yang keluar dari lubang cetakan akan dipotong oleh pisau yang berputar di bagian luar silinder.

Alat/Mesin Pemanas Uap (Alat steamer)
Alat ini digunakan untuk membuat pelet pakan ikan yang dapat mengapung dengan memanfaatkan panas uap air. Pemanasan dapat mengubah kandungan pati dalam bahan baku pakan menjadi dekstrin yang mempunyai sifat perekat, sehingga permukaan pelet dapat dicetak dengan kompak, namun bersifat mudah hancur ( crumble) karena bagian dalamnya berongga, sehingga setelah dicetak dan dikeringkan dapat melayang/mengapung di air sekitar 5 menit. Pemanasan juga dapat mematikan bakteri dan unsure yang membahayakan bagi ikan.

Mesin Pengering
Berfungsi mengeringkan pelet hasil cetakan, bertujuan mempertahankan struktur kompak dan padat serta memperpanjang umur simpan pelet dengan menghambat pertumbuhan jamur dengan mengurangi kadar airnya, sehingga dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama

Sumber (http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/wr253032.pdf)


Bagaimana Membuat Formula
pakan ikan


Formula pakan ikan didasarkan pada kandungan protein, lemak dan serat. Formula ikan dapat dibagi menjadi dua bagian sesuai dengan kebutun ikan,  pakan ikan untuk anak ikan atau benih akan membutuhkan 50% protein, 8% lemak,. Sedangkan untuk ikan dewasa membutuhkan protein antara 25-30% protein,  lemak 7%.
 Spesifikasi diet Penbesaran
Jenis Ikan

 
Nila
Peliharaan
Pembesaran
Lemak
7 %
Protein
26 %
 Cara membuat pakan ikan sesuai dengan kebutuhan ikan dapat menggunakan formula campuran dari bahan-bahan pembuatan pakan atau pellet ikan yang akan di jelaskan pada table formula ikan. Bahan-bahan pakan ikan adalah tepung ikan, ampas tahu, dedak, bungkil kelapa, jagung, tepung darah, limbah udang, minyak ikan. Bahan pakan ini banyak terdapat di setiap daerah. Jadi, untuk membuat pellet ikan tidak sulit karena 90% bahan sudah tersedia.
 Setiap jenis bahan-bahan pakan tersebut memiliki kandungan protein yang berbeda-beda. Oleh karena itu perlu memperlajari / mengetahui berapa kandungan nutrisi bahan-bahan pakan sebelum membuat pellet ikan.
Table formula pakan ikan
Kandungan Protein Bahan Makanan Ikan

Nama Bahan
Protein
Lemak
Serat
Tepung Teri
63.71
4.21
3.6
Tepung Udang
47.47
8.95
4.49
Tepung Darah
80.85
5.61
0
Tepung Bekicot
39
9.33
1.05
Tepung Ikan
62.99
6.01
3.6
Tepung Kedelai
46.8
5.31
3.54
Tepung Terigu
12.27
1.16
0
Dedak Halus
13.3
2.4
9.4
Tepung Jagung
9.8
3.22
1.76
Tepung Singkong
0.85
0.3
0
Bungkil Kacang Tanah
34.5
13.7
10.7
Bungkil Kelapa
24.0
8.0
10
Tepung Ayam Segar
15.51
0.21
0.36
Hal penting yang harus di perhatikan dalam membuat  formula pakan ikan adalah ketersediaan bahan-bahan untuk membuat pellet ikan tersebut harus ada secara terus menerus. Jangan menggunakan bahan  yang ketersediannya terbatas atau musiman. Formula ikan yang berubah-ubah akan dapat menurunkan selera makan ikan dalam waktu sementara yang akan berakibat pada pertumbuhan ikan yang lambat.
Berikut Kita akan membuat makanan ikan nila dengan dua macam bahan pakan, untuk melihat pengaruh dari setiap bahan dan  berapa kandungan protein dari campuran dua atau lebih bahan pakan.
Tabel campuran pakan ikan berprotein rendah
Campuran
Bahan Pakan

 
Jumlah
Kandungan Protein




A
Tepung ikan
10 %
5.50

Dedak
90 %
11.97

Total
100 %
17.47

Tepung ikan
10 %
5.50
B
Jagung
90 %
8.55

Total
100 %
14.05

Tepung ikan
10 %
5.50
C
Dedak
45 %
5.9

Jagung
45 %
4.2

Total
100 %
15.6
Ketiga A,B,C campuran di atas masih terlalu rendah untuk mencapai spesifikasi diet yang kita harapkan protein 26 %. Bahkan campuran tiga bahan pada campuran C tepung ikan, dedak, jagung tidak mencukupi. Dan jika kita mencampur bahan pakan yang berprotein tinggi setelah tepung ikan,  ampas kacang tanah dan ampas tahu maka hasilnya-pun akan terlalu tinggi. Mari kita lihat:
Tabel campuran pakan ikan berprotein tinggi
Campuran
Bahan Pakan

 
Jumlah
Kandungan Protein




A
Tepung ikan
10 %
5.50

Exp.Kacang tanah
90 %
31.05

Total
100 %
36.55

Tepung ikan
10 %
5.50
B
Ext. tahu
90 %
42.12

Total
100 %
47.62

Tepung ikan
10 %
5.50
C
Exp.kacang T.
45 %
15.5

Exp. tahu
45 %
21.6

Total
100 %
42.6
Seperti kita ketahui kedua table diatas; Tabel campuran pakan ikan berprotein rendah, Tabel campuran pakan ikan berprotein tinggi. Tidak mencapai spesifikasi protein yang kita inginkan 26 %. Jika kedua campuran ini, protein rendah dan protein tinggi di campurkan maka protein yang kita harapkan kemungkinan akan tercapai. Ingat campuran bahan yang kita pakai hanya 90 % dari sepuluh persen tepung ikan dengan protein 5.5 %. Jadi, 26% dikurangi 5.5% sisa 20.5%. kita hanya mencari 20.5% dari campuran bahan pakan. dengan kata lain bahan pakan selain tepung ikan akan berisi 20.5x100/90=22.78%.
Jadi, setiap dua bahan pakan harus mencapai 22.8% protein hasil akhir dari campuran. Ada empat kemungkinan campuran yang akan didapat dari bahan berprotein rendah dan protein tinggi.
Untuk mendapatkan kebutuhan pakan sesuai standar yang di tentukan,kita dapat menggabungkan bahan pakan protein rendah dan bahan pakan protein tinggi.Protein rendah yaitu dedak, jagung dan protein tinggi adalah ampas kedelai, ampas kacang tanah.
 

Catatan:
Pengurangan antara no.(3) dengan no.(1) menghasilkan no.(5)
Sedangkan pengurangan antara no.(3) dengan no.(2) menghasilkan no.(4)

Sebagai contoh  untuk kemungkinan empat bahan campuran pakan ikan dapat dilihat sebagai berikut :
   

Kombinasi dari bahan-bahan diatas dapat di hitung sebagai berikut:

a) kacang tanah  =.     9.5    . x100=44.81% (44.8%)           (100.0%)
                    (9.5+11.7)
dedak     =.     11.7    . x100=55.19% (55.2%)                 
              (9.5+11.7)

b) kacang tanah =.      13.0    . x100=52.63% (52.6%)                  (100.0%)
                    (13.0+11.7)
jagung   =.      11.7    . x100=47.37% (47.4%)                
               (13.0+11.7)

c) kedelai     =.     9.5    . x100=28.36% (28.4%)                  (100.0%)
                    (9.5+24.0)
dedak     =.     24.0    . x100=71.64% (35.1%)                 
              (9.5+24.0)

d)kedelai     =.      13.0    . x100=35.14% (35.1%)               (100.0%)
                    (24.0+13.0)
jagung     =.      24.0    . x100=64.86% (64.9%)              
                 (24.0+13.0)
Jadi, keempat alternative diatas, setiap pasangan bahan hanya mencampur 90% saja, seperti kita lihat dibawah ini:
  1. 44.8 × 0.9 = 40.3% kacang dan 55.2 × 0.9 = 49.7% dedak    (Totals=90%)
  2. 52.6 × 0.9 = 47.3% kacang dan 47.4 × 0.9 = 42.7% jagung
  3. 28.4 × 0.9 = 25.6 tahu dan 71.6 × 0.9 = 64.4% dedak
  4. 35.1 × 0.9 = 31.6 tahu dan 64.9 × 0.9 = 58.4% jagung
(Totals = 90%)
Sekarang kita dapat melihat hasil ke-empat campuran bahan pakan protein dan lemak, bahkan harga dari setiap campuran yang kita buat.
Ingat spesifikasi diet yang kita rencanakan adalah protein 26% dan lemak 7%.
Ke-empat formula pakan ikan nila yang kita buat tampak sebagai berikut:
Bahan2 1/
Campuran
Harga Bahan
Contribusi
(%)
Harga (Rp./ton)
Lemak (%)
Protein (%)
a) T.ikan
10.0

0.60
5.50
Dedak
49.7

1.19
6.61
Kacang T.
40.3

5.52
13.90
100.0

7.31
26.01
b) T.ikan
 10.0

0.60
5.50
Jagung
42.7

1.92
4.18
Kacang T.
 47.3

6.48
16.32

100.0

9.00
26.00
c) T.ikan
10.0

0.60
5.50
Dedak
64.4

1.55
8.57
Tahu
25.6

0.33
11.98

100.0

2.48
26.05
d) T.ikan
10.0

0.60
5.50
Jagung
58.4

2.63
5.72
Tahu
31.6

0.41
14.79
100.0

3.64
26.01
Seperti kita lihat ke-empat campuran sudah mencapai nilai nutrisi ikan yang kita butuhkan 26% protein, dan lemak 7% pada campuran a,b juga tercapai. Pada campuran c,d kita bisa mengunakan minyak nabati atau hewani sebanyak 2% sampai 3% sebagai tambahan. Selamat mencoba.
(Sumber : http://ikannila.com/Bagaimana%20Membuat%20Formula%20Pakan%20Ikan.htm)